Gaya bahasa | Berdasarkan Kemampuan Intelektual Manusia

Gaya bahasa adalah sebuah penyimpangan dari penggunaan kata yang sederhana dan biasa dengan gambaran untuk menambah atau mengkhususkan efek. Ada 6 pilar pada sisi lain dari bakon ini. Arti “pillars” di sini digunakan dalam pengertian yang  sebenarnya atau makna yang biasa. Aturan ini adalah salah satu bagian yang digunakan sebagai sebuah makna kiasan  atau bukan makna sebenarnya.

GAYA BERDASARKAN KEMAMPUAN INTELEKTUAL MANUSIA
A.    Resemblance
Sesuatu seperti = Simile  = kedua sisinya dinyatakan.
-       Dia berenang seperti katak
-       Semiskin kucing  gereja

B.     Metaphor
Metaphor adalah pengandaian menggunakan kata atau frasa untuk menggambarkan sesuatu yang berbeda, untuk menunjukan bahwa keduanya memiliki kualitas yang sama. Hanya salah satu bagian dari rsemblance yang dinyatakan.
-       Dia seperti kodok
-       Dia menahan nafsunya
-       Seluruh dunia adalah panggung
-       Dan semua pria dan wanita hanya pemain belaka.
(William Shakespeare, As you like it)

C.    Allegory
Alegori adalah gaya menulis yang dalam setiap karakter atau kejadian yang menggambarkan kualitas yang khusus. Dalam Buyan’s Pilgrim’s Progress: umat Kristiani terbebas dari kehancuran kota, perjalanan melalui penderitaan, mengunjungi pekan raya kesombongan, dan akhirnya tiba dikota surga, Dia bertemu tokoh seperti raksasa keputusasaan dan tuan duniawi yang bijak, dan ditemani keimanan dan pengharapan.

D.    Parable
Parable adalah alegori yang pendek.
Contoh:         They tell us of an Indian tree
                                 Which, haw soe’er the sun and shy
          May tempt its boughs to wander fee
                    And shoot and blossom wide and high
          Far better loves to bend its arms
                    Down word’s again that dear earth,
          From which the life that fills hard warms
                    It grateful being first hard broth
          “Ties this, though wood by flattering friends
                    And fed with fame (if fame U)
          This heart my own dear mother, bends
                    With love’s true instinct back to thee.

E.     Fable
Dongeng dari kebudayaan lama, burung-burung dan binatang bisa berfikir, berbicara dan bertingkah seperti manusia.
Semuanya menyampaikan pesan moral, juga pada allegori dan parable.

F.     Personification
Personification adalah pengandaian yang menunjukan benda atau sifat seperti hidup.
Cinta menawarkanku datang;
 tetapi jiwaku mendorong kembali
(George Herbert, Love)

G.    Simile
Dalam simile perbandingan antara dua benda terlihat jelas dengan menggunakan kata “as” or “like”
Aku mengelana sendiri seperti awan
(William Wordsworth, Daffodils)

                            Seperti gelombang menerjang kerikil  pantai
Begitu juga waktu kita segera mengakhirinya.
(Shakespeare, Sonnet 60)

H.    Pathetic Fallacy
Pathetic Fallacy adalah efek yang dihasilkan ketika binatang dan benda digambarkan seperti memiliki perasaan seperti manusia.
Sebagai contoh, pada puisi John Milton:

Lycidas, bunga-bunga tampak sesegukan atas meninggalnya sang  penggembala, lycidas.


Pustaka.
-------------

0 Response to "Gaya bahasa | Berdasarkan Kemampuan Intelektual Manusia"

Posting Komentar

Terima kasih atas Kunjungannya, semoga bermanfaat..!!

Histats

Follow Us